Dari Fisik ke Mental: Pembaruan Pradiksar Tahun Ini Jadi Sorotan

Sarang, Narasi Garda Pena – UKK (Unit Kegiatan Khusus) Menwa (Resimen Mahasiswa) kembali menggelar Pradiksar (Pra Pendidikan Dasar) pada Jumat (13/2). Kegiatan ini mewajibkan seluruh calon anggota untuk turut serta mengikuti serangkaian acara pradiksar, sebagai pembekalan awal bagi calon anggota organisasi Menwa yang berlangsung di Glinding Wesi.

Sejak pagi hari, seluruh anggota Menwa, baik calon maupun komandan telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan Pradiksar. Kegiatan ini berfokus pada penguatan fisik dan pembinaan mental, yang bertujuan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, melatih kekompakan, dan kerja sama tim.

Selain itu, peserta juga dibekali pelatihan bertahan hidup (survival) di alam terbuka. Dengan peralatan seadanya, menuntut mereka untuk mampu mengolah bahan makanan secara mandiri di tengah keterbatasan.

Diana Choiri Kamal, selaku ketua panitia menuturkan alasan memilih Glinding Wesi sebagai lokasi karena kondisi alam mendukung untuk pelatihan fisik dan mental.

“Kami memilih tempat itu karena tempanya strategis, jauh dari pemukiman warga, serta medannya mendukung untuk kegiatan fisik seperti tiarap dan merangkak,” jelasnya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pradiksar kali ini ditutup dengan ziarah ke makam Mbah Glinding Wesi. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang bersemayam di lokasi tersebut.

“Ziarah ini kali lakukan sebagai bentuk rasa hormat karena kami karena telah menggunakan tempat ini untuk kegiatan pradiksar. Selain itu, sebagai santri sudah semestinya menjaga nilai adab. Terlebih, nama satuan Menwa kami juga tersematkan ‘Glinding Wesi’,” tambah Diana.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para calon anggota mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Himmatul Ulya, salah satu calon anggota yang mengikuti pradiksar, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga.

Baca Juga:  Ketok Palu, SEMA Resmikan UU legislatif Mahasiswa

“seru sekali bisa mengikuti kegiatan pradiksar ini. Saya jadi punya banyak pengalaman, seperti bisa mengerti orang lain, belajar tentang kekompakan, dan melatih kesabaran. Semoga menwa ke depan bisa lebih kompak lagi dan lebih menyala,” tuturnya.

Dengan rangkaian kegiatan yang memadukan latihan fisik, penguatan mental, serta penanaman nilai spiritual, Pradiksar tahun ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan. Diharapkan, pembaruan konsep yang dihadirkan mampu melahirkan generasi Menwa yang semakin solid serta siap mengemban tanggung jawab di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Reporter: Imelda Fresti Dwiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *