Narasi Garda Pena

All
berita
features
opini

Kolom

Dr. KH. Abdul Ghofur, M.A.

Ketua STAI Al-Anwar Serukan Santri Menjadi Agen Perubahan

Sarang, Narasi Garda Pena– Ratusan mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang menghadiri apel peringatan Hari Santri yang digelar pada Senin (28/10). Upacara yang dilaksanakan di Sport Center STAI Al-Anwar Sarang ini dimulai pada pukul 07.30 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh civitas academica STAI Al-Anwar Sarang. Serangkaian acara apel dilaksanakan dengan penuh khidmat. Pengibaran bendera merah putih…

Baca Lagi

Demokrasi Indonesia di Ujung Tanduk: Apatis Pemilih, Politik Uang, dan Jebakan Media Sosial dalam Perspektif Robert Dahl

Di penghujung tahun 2025, Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia masih bergulat dengan dampak Pemilu 2024 yang sarat kontroversi. Isu apatisme pemilih, praktik politik uang, serta penggiringan opini melalui media sosial semakin menguat dalam ruang publik. Dengan jumlah pemilih lebih dari 200 juta orang, fenomena ini tidak hanya mengancam integritas demokrasi nasional, tetapi…

Baca Lagi

Melihat KUHP dan KUHAP Baru: Antara Supremasi Hukum dan Perlindungan Warga Negara

Hukum pidana: Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Indonesia resmi memasuki babak baru yang direvisi. Mulai berlaku pada (02/01/2026) memicu perdebatan tajam, dari keberatan atas pasal yang menjerat kehidupan privat sampai kekhawatiran soal perluasan wewenang aparat penegak hukum. Tulisan singkat ini membaca perubahan itu sekadar lewat satu lensa teoretis…

Baca Lagi

Merajut Damai di Tubuh PBNU: Meneguhkan Musyawarah, dan Keadilan bagi Umat.

Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan sejarah panjang sebagai rumah besar umat. Sejak awal, NU menjunjung prinsip musyawarah, moderasi, dan keadilan sosial. Pada akhir 2025, NU menghadapi konflik internal yang cukup serius di tingkat Pengurus Besar (PBNU). Konflik ini berkaitan dengan perbedaan tafsir prosedur organisasi serta dinamika kepemimpinan antara Rais ‘Aam…

Baca Lagi

Kekerasan Terhadap Perempuan: Pelanggaran Nilai Pancasila dan Tantangan Bangsa

Kegagalan Internaliasi Nilai Pancasila Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia tidak sekadar dikategorikan sebagai pelanggaran hukum pidana konvensional. Melainkan juga merepresentasikan kegagalan sistemik dalam menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai dasar kebangsaan. Yang secara eksplisit tertuang dalam Pancasila sebagai ideologi negara. Fenomena ini menantang fondasi etis bangsa. Di mana prinsip ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan, kerakyatan,…

Baca Lagi

Islam yang disalah pahami

Kata islam berasal darai bahasa Arab “salima” yang artinya selmat , damai dan berserah diri. Sedangkan pengertian islam adalah berserah diri kepada allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk dan patuh kepadan-Nya dengan ketaatan, serta menjauhi kesyirikan dan pelakunya. Islam sebagai agama membawa nilai luhur: akal, ilmu, keadilan, kasih sayang, dakn akhlak. al-Qur’an berulang kali mengajak manusia untuk…

Baca Lagi

Demokrasi Indonesia di Ujung Tanduk: Apatis Pemilih, Politik Uang, dan Jebakan Media Sosial dalam Perspektif Robert Dahl

Di penghujung tahun 2025, Indonesia—sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia—masih bergulat dengan dampak Pemilu 2024 yang sarat kontroversi. Isu apatisme pemilih, praktik politik uang, serta penggiringan opini melalui media sosial semakin menguat dalam ruang publik. Dengan jumlah pemilih lebih dari 200 juta orang, fenomena ini tidak hanya mengancam integritas demokrasi nasional, tetapi juga menantang…

Baca Lagi

Eksistensialisme dalam Pandangan Islam dan Pancasila: Membangun Kesadaran Manusia Beriman dan Berbangsa

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia bukan hanya sekumpulan prinsip politik, tetapi juga cerminan nilai-nilai moral dan spiritual yang selaras dengan ajaran Islam. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan dalam Pancasila, sejatinya menggambarkan ajaran Islam yang menempatkan manusia sebagai makhluk beriman dan bermartabat. Islam mengajarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, sedangkan Pancasila mengatur harmoni…

Baca Lagi

Rayakan Harlah ke-40, Pagar Nusa STAI Al-Anwar “Keseimbangan Fisik dan Spiritual”

Sarang, Narasi Garda Pena –  Anggota Pagar Nusa menggelar perayaan internal Milad ke-40 Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) di Sport Center STAI Al-Anwar, Jumat (2/1). Panitia membuka acara pukul 14.00 WIB. Ketua UKM Pagar Nusa menyampaikan sambutan, lalu seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pagar Nusa. Para peserta melaksanakan Khotmil Qur’an dan Tahlil…

Baca Lagi

Studi Kasus Impor Gula Tom Lembong

Thomas Trikasih Lembong, atau yang lebih dikenal sebagai Tom Lembong, Adalah tokoh oposisi pemerintah yang menjadi sorotan publik setelah ditangkap oleh Kejaksaan Agung pada 29 Oktober 2024. Penangkapan berdekatan dengan hari pelantikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024, sehingga memicu dugaan tentang motif politik di balik kasus tersebut. Tom Lembong, yang menjabat sebagai Menteri…

Baca Lagi

Relevansi Nilai Pancasila terhadap Teori Demokrasi Robert A. Dahl

Aulia Fiqih Email: auliafiqih00@gmail.com SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL ANWAR Pendahuluan Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Di Indonesia, demokrasi tidak hanya dipahami sebagai mekanisme politik, tetapi juga sebagai praktik yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Sementara itu, Robert A. Dahl sebagai salah satu tokoh penting teori demokrasi modern, menawarkan konsep polyarchy…

Baca Lagi

Kolom Sentilan

SUMPAH TANPA MARWAH
NIR
Membiarkan Belum Tentu Melupakan
Bersama Buku Aku Mampu
Bersama Literasi Lenyapkan Tirani