Menwa Putri Tembus Diksar, Pembaretan Perdana Digelar Khidmat

Sarang, Narasi Garda Pena – UKK (Unit Kegiatan Khusus) Menwa STAI Al-Anwar Sarang menggelar Upacara Pembaretan pada Minggu (15/2). Prosesi penyiraman air kembang di Sport Center Gedung Maimoen Zubair mengawali rangkaian acara tersebut. menjadi momentum perdana bagi Menwa STAI Al-Anwar, mengingat prosesi pembaretan tahun ini khusus bagi anggota perempuan.

Upcara pembaretan dan tradisi penyiraman air kembang menjadi tradisi puncak pengukuhan anggota setelah menyelesaikan Pendidikan Dasar (Diksar). Momen ini terasa istimewa karena pertama kali anggota perempuan mengikuti Diksar. Pasalnya, selama ini banyak anggapan bahwa Diksar hanya untuk laki-laki dan membatasi anggota perempuan untuk mengikuti tahapan tersebut.

Dewi Fitaloka, sebagai penerima baret dalam upacara, mengungkapkan bahwa proses ini telah melalui komunikasi dan pertimbangan yang matang. Ia menyampaikan bahwa sebagai kampus berbasis pesantren, terdapat kekhawatiran terkait partisipasi perempuan dalam Diksar.

“Karena budaya kita pesantren, awalnya muncul anggapan bahwa perempuan tidak bisa mengikuti kegiatan seperti ini. Tapi, kami mencoba menjelaskan bahwa sebagai santri kami tetap memahami batasan. Alhamdulillah, beberapa dosen dan rektor akhirnya menyetujui kegiatan ini,” ujarnya.

Fitaloka juga turut berterima kasih atas kehadiran para komandan dan rekan-rekan yang telah memeriahkan acara ini.

“Terima kasih buat teman-teman yang telah memeriahkan acara ini, dan untuk para komandan yang sudah berkontribusi dalam keberangkatan Diksar kemarin,” ujarnya.

Upacara berlangsung tertib dan khidmat. Dalam amanatnya, Komandan Senior Dimas Bagus Adi Saputra, memuji keberhasilan pertama anggota putri dalam menyelesaikan Diksar tahun ini.

“Alhamdulillah ini kali pertama anggota menwa dari putri bisa mengikuti Diksar. Semoga untuk kedepannya bisa lebih banyak lagi anggota putri yang bisa ikut Diksar,” ungkapnya.

Momentum ini menjadi penanda baru menuju ruang yang lebih inklusif bagi Menwa. Keberanian anggota perempuan dalam menembus Diksar membuktikan semangat pengabdian tidak dibatasi oleh gender. Ke depan, harapannya semakin banyak mahasiswa yang berani, khususnya bagi perempuan, dalam mengambil peran, memperkuat solidaritas, dan bersama-sama membangun Menwa yang tangguh.

Baca Juga:  HMP PGMI Sambut Hari Guru Nasional dengan Beragam Acara

Reporter: Imelda Fresti Dwiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *