Rayakan Hari Jadi Pertama, UKM Tari Anwara Pradapa Sukses Gelar Pentas Perdana

Sarang, Narasi Garda Pena – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Anwara Pradapa sukses menyelenggarakan ajang bergengsi bertajuk Pentas Perdana Tari pada Rabu (3/6/2026). Penyelenggaraan acara ini berlangsung dengan meriah di Auditorium Gedung Maimoen Zubair. Berbagai kesenian tari yang memukau, mulai dari Tari Saman Palembang, Tari Jawa-Bali, Tari Kipas Cina, dan Tari Payung Korea.

Pemilihan tarian ini tidak hanya bertujuan sebagai pertunjukan seni biasa, melainkan sebagai upaya nyata dalam melestarikan budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan tarian internasional kepada mahasiswa.

“Tarian yang dibawakan punya keistimewaan tersendiri. Tari Palembang yang sudah dipelajari selama pelatihan UKM menonjolkan kelembutan gerak yang anggun. Ada juga Tari Jawa-Bali yang dipilih karena ingin memperlihatkan nilai tradisi yang kuat dari kedua daerah tersebut. Tak ketinggalan, Tari Kipas Cina dan Tari Payung turut dihadirkan untuk memberikan nuansa internasional lewat keindahan visualnya yang menawan”, terang Via Nafiatul Bahiyah, selaku ketua panitia.

Pemotongan pita secara simbolis mengawali rangkaian acara tersebut. Prosesi ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol perayaan 1st Anniversary (hari jadi ke-1) UKM Tari Anwara Pradapa secara mandiri.

“Walaupun dulu seni tari sudah ada di bawah naungan HMP PGMI, namun kami baru resmi mendirikan UKM sendiri setahun yang lalu. Momen (pemotongan pita) ini adalah bentuk rasa syukur kami atas seluruh pencapaian UKM Tari sampai saat ini,” ujar Via.

Meskipun acara ini sukses memukau penonton, panitia mencatat adanya dominasi penonton perempuan. Via mengklarifikasi bahwa acara ini sebenarnya terbuka untuk umum, namun ada kemungkinan beberapa mahasiswa laki-laki merasa gengsi atau kurang percaya diri untuk hadir.

Menanggapi hal tersebut, Aliyatul Himmah selaku Wakil Ketua UKM Tari Anwara Pradapa, memberikan pandangannya secara positif.

Baca Juga:  UAS Mata Kuliah kesenian STAI AL ANWAR

“Sayang sekali dan itu di luar ekspektasi. Mungkin mereka sebenarnya ingin melihat, tetapi karena mayoritas penonton adalah perempuan, mereka memilih menghormati agar kesannya tidak berlebihan. Akhirnya mereka yang datang adalah yang penasaran dan memang memiliki jiwa seni,” ungkap Aliyatul.

Sebagai langkah evaluasi ke depan, Aliyatul mengungkapkan bahwa UKM Tari Anwara Pradapa berencana untuk lebih aktif merekrut mahasiswa laki-laki menjadi anggota resmi. Dengan menampilkan bakat seni budaya dari perspektif laki-laki, harapannya acara ini berpotensi meningkatkan minat penonton laki-laki untuk hadir pada acara-acara berikutnya. Ia juga berharap momen ini dapat menumbuhkan inovasi-inovasi baru agar UKM Tari Anwara Pradapa bisa terus eksis dan sukses selalu di masa depan.

Reporter: Imelda Fresti Dwiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *