Pesan Ning Khodijah untuk Penghafal Al-Qur’an: Jauhi Maksiat dan terus Deres Hafalan di Rumah

UKM JQH Adz-Dzauq menggelar Seminar Tahsin dan wisuda MHQ dengan tema penguatan spirit Qur’ani Generasi Z di tengah tantangan digital.

Sarang, Narasi Garda Pena – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyyah Qurra’ wa al-Ḥuffāẓ (JQH) Adz-Dzauq menggelar Seminar Tahsin sekaligus pengukuhan wisuda peserta Tahsin dan Musābaqah Ḥifẓ al-Qur’ān (MHQ) pada Kamis (23/4/2026) siang, Kegiatan ini mengusung tema ”Menguatkan Spirit Qur’ani Generasi Z di Tengah Tantangan Digital”. Acara dimulai pukul 14.00 WIB dengan rangkaian acara pembukaan, sambutan, penampilan anggota, hingga penyampaian materi oleh narasumber.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci al-Qur`an oleh divisi qāri’. Sambutan kemudian disampaikan oleh dosen pembimbing UKM. Pada kesempatan tersebut, ditampilkan pula penampilan anggota Tahsin dan MHQ JQH adz-Dzauq sebelum memasuki rangkaian inti kegiatan.

Ketua UKM JQH Adz-Dzauq Muhammad Ziddan Fadil, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan tahsin tidak berhenti pada momentum tersebut.

“Semoga tidak berhenti pada kegiatan hari ini, namun akan tetap kita lakukan sampai seterusnya,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja terakhir kepengurusan. “Acara ini adalah proker kami yang terakhir, semoga apa yang kita lalui bisa menjadi bekal kita ke depan,” tambahnya.

Memasuki pukul 15.10 WIB, panitia melaksanakan penyerahan sertifikat kepada peserta Tahsin dan MHQ sebagai bentuk pengukuhan wisuda. Selanjutnya pada pukul 15.15 WIB, acara inti dimulai dengan penyampaian materi oleh narasumber, Ning Khodijah Kafabih.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya mempelajari tajwid sebelum membaca al-Qur`an. Ia mengutip hadis,

“خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ”

sebagai motivasi untuk terus belajar dan mengajarkan al-Qur`an.

Menurutnya, membaca al-Qur’ān merupakan sumber pahala dan kemudahan telah dijanjikan dalam al-Qur`an, sebagaimana firman-Nya:

“وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ”

Ia juga menegaskan bahwa dalam mencari ilmu, seseorang harus menjauhi kemaksiatan agar hafalan mudah dijaga. “Namanya ilmu harus dirawat, dideres, disobo. Ilmu itu seperti ladang, harus dirawat agar semakin subur,” jelasnya. Selain itu, ia mengingatkan agar hafalan al-Qur`an terus diulang meskipun sudah berada di rumah. “Kalau menghafal al-Qur`an, ketika sudah di rumah tetap dideres,” tuturnya.

Baca Juga:  Ukm JQH Adz-Dzauq Sukses Gelar Majelis Shalawat dan Festival Al-Banjari Perdana, Ini Kata Para Peserta

Lebih lanjut, ia menyebutkan beberapa syarat dalam menghafal al-Qur`an, di antaranya memiliki kecerdasan sebagai bekal hafalan, semangat yang kuat, serta kesungguhan dalam menjaga hafalan. Ia juga mengingatkan bahwa ilmu tidak akan memberikan manfaat secara maksimal tanpa kesungguhan dari penuntutnya. “Ilmu tidak akan memberikan segalanya kalau kita tidak memberikan segalanya pada ilmu,” tuturnya.

Kegiatan kemudian ditutup do’a, dilanjutkan pemberian cinderamata kepada narasumber serta sesi foto bersama seluruh peserta. Dengan terselenggaranya seminar tahsin dan pengukuhan wisuda ini, panitia berharap peserta dapat terus menjaga hafalan serta meningkatkan kualitas bacaan al-Qur`an dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Moch Farid Muqorrobin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *