Workshop Puisi Bersama Sosiawan Leak Latih Sensitivitas Bahasa Mahasiswa

Sarang, Narasi Garda Pena Sastrawan Sosiawan Leak mengisi Workshop Puisi bertema Melatih Sensitivitas Bahasa pada Rabu (18/12) pukul 14.30 di Auditorium Gedung Maimoen Zubair (MZ). Mahasiswa yang tertarik pada dunia sastra dan kepenulisan mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Melalui workshop tersebut, panitia mengajak peserta untuk mengasah kepekaan berbahasa sekaligus memahami puisi sebagai medium ekspresi pengalaman dan perasaan manusia. Ketua Panitia, Muhammad Shodiq, menilai puisi memiliki peran penting dalam merefleksikan kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini sangat penting karena di dalam puisi terdapat banyak hal yang menggambarkan kehidupan kita,” ujar Shodiq.

Dalam pemaparannya, Sosiawan Leak menyampaikan pandangannya tentang sastra di lingkungan pesantren. Ia menilai sastra pesantren memiliki kekayaan dan keluasan yang sering kali melampaui sastra modern Indonesia.

“Sastra di pondok pesantren lebih luas daripada sastra modern yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kebebasan berpikir dalam proses kreatif. Menurutnya, seorang penulis tidak perlu terikat pada penilaian orang lain.

“Hal yang selama ini menyelamatkan saya adalah kebebasan berpikir. Jangan pedulikan pikiran orang lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sosiawan Leak menjelaskan bahwa penulis sebaiknya melahirkan puisi dari pengalaman yang benar-benar dialami. Namun, ia mengingatkan agar penulis memberi jarak emosional sebelum menuangkannya ke dalam tulisan.

“Menulislah ketika sesuatu itu terjadi atau sedang dialami. Jangan menulis ketika sedang marah, tapi keluarlah dulu dari situasi tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, momen dramatis dalam kehidupan seperti halnya dalam teater. Itu juga dapat hadir dalam puisi dan bersifat unik serta tidak dapat diulang. Oleh karena itu, puisi harus melibatkan pikiran, perasaan, dan kehadiran penuh penulis di dalamnya.

“Momen dramatis kalau dalam teater, itu juga bisa di dalam puisi, dan itu tidak bisa diulang,” tambahnya

Baca Juga:  Fokus Tingkatkan Keterampilan Mahasiswa dalam Bidang Multimedia, DEMA STAI Al-Anwar Gelar Multimedia Academy 2024

Setelah pemaparan materi, peserta mengajukan berbagai pertanyaan dan mengikuti praktik olah bahasa bersama pemateri. Hilmy, selaku penanggung jawab kegiatan sekaligus Ketua Teater, menyampaikan bahwa puisi menjadi media untuk mengekspresikan perasaan yang sedang dialami seseorang.

Panitia kemudian menutup kegiatan dengan penyerahan cendera mata kepada Sosiawan Leak sebagai bentuk apresiasi pukul 16.00 WIB.

Reporter: Moch Farid Muqorrobin, Muhammad Farkhan Haqiqi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *