MC Masa Kini: Menjaga Gaya Semi Formal di Antara Keakraban dan Profesionalisme ala Efi Nur Jannah
Sarang, Narasi Garda Pena— Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Master of Ceremony (MC) Master Peace Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang, Gelar acara Talkshow inspiratif bertema “MC Masa Kini: Gaya Semi Formal di Antara Keakraban dan Profesional”, pada Kamis (20/11) di Auditorium Gedung Maimoen Zubair, STAI Al-Anwar Sarang. Acara berlangsung pada pukul 14.22 WIB.
Talkshow ini menghadirkan Efi Nur Jannah, S.Sos., MC profesional berpengalaman, sebagai narasumber utama.
Pada sesi awal, Efi membagikan kisah perjalanan kariernya sejak awal berkembang hingga kini aktif mengisi di berbagai acara. Ia menekankan bahwa fondasi utama seorang MC terletak apda pola pikir yang tepat, berani menghilangkan rasa malu, dan membangun keyakinan diri.
“Rasa takut itu datang dari diri kita sendiri. Jadi, ubahlah mindset kalian. Percaya pada kemampuan diri, dan jangan sampai takut salah. yakinlah audiens gk pernah tau kok kalo kita salah, makanya jangan takut,” ujarnya.
Memasuki sesi diskusi, pembahasan berfokus pada tantangan seorang MC dalam menjaga keseimbangan antara gaya formal dan semi formal. Tantangan utama seorang MC adalah menyesuaikan diri dengan audiens.
Pembahasan berlanjut pada cara mempertahankan profesionalisme di berbagai karakter audiens. Menurut Efi, penilaian seseorang sering kali berawal dari apa yang bisa dilihat (first impression). Karena itu, MC harus menyesuaikan diri dengan karakter audiens dan tetap mempertahankan ciri khas pribadi.
“Memahami karakter audiens itu dimulai dari mengenali diri sendiri. Setiap MC punya ciri khas masing-masing. Saya sendiri dikenal sebagai MC yang enerjik dan powerfull, dan itu dapat dilihat dari fashion teman-teman. Jadi temukan apa yang sudah melekat pada diri kalian, lalu pertahankan,” jelasnya.
Efi juga menegaskan bahwa salah satu cara untuk menjadi MC profesional adalah dengan memaksimalkan penggunaan media sosial. Ia menyebut bahwa media sosial kini bukan hanya tempat berbagi aktivitas, tetapi juga ruang belajar dan sarana membangun citra diri. “Cara untuk bisa jadi MC profesional itu juga bisa dilihat dari media sosial. Jadi, gunakan medsos sebaik mungkin,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hal ini berkaitan erat dengan personal branding, karena banyak proses penilaian dalam dunia kerja kini dilakukan melalui media sosial. Mulai dari melihat rekam kegiatan, perkembangan kemampuan, hingga menjadi bahan pertimbangan dalam menyeleksi pekerja.“perbaiki media sosial kalian, buat personal branding yang baik. Jangan hiraukan apa kata netizen, fokus pada diri sendiri. Karena niat kita itu untuk melihat sejauh mana perbahan diri kita dari awal sampai sekarang,” jelasnya.
Di akhir acara, Efi mendorong peserta untuk tidak ragu mengambil setiap peluang dengan percaya diri. “Ambil setiap kesempatan dan lowongan yang datang dengan percaya diri. Dari situ, kalian akan berkembang dan bisa menunjukkan kemampuan terbaik.” tuturnya.
Acara berlangsung meriah dan berakhir pada pukul 16.02 WIB, ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.
Reporter: Fiqdyan Baktiartanti


