Khitobiyah 2025 Kembali Digelar, Santri PPP Al-Anwar 3 Tampil Memukau

Santri PPP Al-Anwar 3 Tampil Memukau di Khitobiyah 2025

Sarang, Narasi Garda Pena – Pondok Pesantren Putri (PPP) Al-Anwar 3 kembali menyelenggarakan acara Khitobiyah. Dengan mengusung tema “Jejak Langkah Santri 2025: Mengukir Prestasi, Menapaki Tradisi”, kegiatan ini menjadi panggung bagi santri untuk menyalurkan bakat, kreativitas, serta kemampuan seni berbahasa di hadapan seluruh peserta. Acara yang berlangsung di Aula Ummu Salamah pada Kamis (20/11) mengundang antusias para penonton.

Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB dengan sesi pengecekan, di mana para peserta diminta menunjukkan jargon setiap angkatan. Setelah sesi tersebut selesai, MC membuka acara dan dilanjut dengan sambutan dari Ketua Panitia. Dwik Sukmawati, dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan sebagai media hiburan dan penyegaran bagi para santri.

“Ini kan acara tahunan. Harapannya bisa jadi refreshing untuk teman-teman, biar nggak terus-terusan dibebani kuliah atau MDT. Break sebentar untuk menghibur semuanya,” ungkap Sukma.

Tahun ini, panitia mengangkat tema Jejak Langkah Santri 2025: Mengukir Prestasi, Menapaki Tradisi. Menurut ketua panitia, pemilihan tema tersebut berasal dari arahan pengurus Ma’arif yang meminta agar kegiatan mengangkat unsur-unsur kesantrian.

“Aslinya tema itu ditentukan dari Mbak-mbak Ma’arif, pokoknya yang seputar santri. Makanya ada tampilan-tampilan yang menunjukkan kehidupan santri, seperti tampilan fashion show Pak Yai–Bunyai, Neng, sampai Cucu Nabi, dan lain-lain, ” jelasnya.

Setiap angkatan turut memeriahkan acara melalui penampilannya. Angkatan 14 menampilkan tari kreasi, kemudian Angkatan 12 melanjutkan dengan lantunan nasyid.”. Angkatan 13 tampil dengan drama musikal, sementara Perangkatan Bahasa menghadirkan pertunjukan miks (perpaduan bernagai tampilan) yang penuh kreativitas. Penampilan lain seperti puisi berantai, pantomim, dan fashion show membuat suasana semakin hidup.

Memasuki pukul 22.15 WIB, panitia menutup rangkaian acara dan mengajak seluruh santri untuk berfoto bersama sebagai simbol kebersamaan. Meskipun rundown bersifat fleksibel, seluruh sesi berjalan dengan lancar berkat koordinasi panitia yang solid.

Baca Juga:  Nobar dan Diskusi Kritis Warnai Pembukaan UKM Forum Ahadan

Acara Jejak Langkah Santri 2025 mendorong santri lebih berani tampil, mengasah kemampuan berbahasa, dan melestarikan tradisi seni serta khitobah di lingkungan pesantren. Kegiatan ini juga menjadi rekam jejak perjalanan mereka dalam mengembangkan diri dari tahun ke tahun.

Reporter: Imelda Fresti Dwiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *