Hadiri Milad UKM JQH, KH Aminoto Sa’doellah Sampaikan Hebatnya Syi’ir Al-Dibā’ī  dan Al-Barzanjī

KH Aminoto Sa’doellah Sampaikan Hebatnya Syi’ir Al-Dibā’ī dan Al-Barzanjī

Sarang, Narasi Garda Pena– KH Aminoto Sa’doellah selaku Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang hadiri acara perayaan milad Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyyah Qurro’ wal Hufadz (JQH) Adz-Dzauq. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung Sport Center (SC) STAI Al-Anwar Sarang. Kegiatan dibuka dengan Majelis Shalawat yang dihadiri puluhan mahasiswa/i dan sejumlah dosen pada Kamis (20/2) pukul 14.00 WIB.

Majelis Shalawat ini merupakan acara pembuka dalam agenda perayaan milad UKM JQH Adz-Dzauq. Rencananya, rangkaian acara selanjutnya adalah lomba Festival Banjari yang akan dilaksanakan pada malam harinya.

Di hadapan para hadirin, KH Aminoto Sa’doellah sampaikan hebatnya syi’ir al-Dibā’ dan al-Barzanjī, “Semua lagu pasti ada masanya dan silih berganti, tapi berbeda dengan syi’ir al-Dibā’ dan alBarzanji, keduanya tetap dilantunkan oleh masyarakat dari dulu hingga sekarang,” tutur KH Amin.

Ia mengatakan bahwa ini merupakan bentuk keikhlasan serta barokah penulisnya yang dapat kita rasakan sampai sekarang, “Yang paling kuatlah yang bisa bertahan. Betapa hebat dan ikhlasnya yang mengarang  Barzanji atau al-Dibā’ itu,” tambahnya.

Sementara itu, ketua pimpinan STAI Al-Anwar, Dr. KH. Abdul Ghofur, MA, menyampaikan harapan dan terimakasih kepada para panitia atas terselenggaranya acara ini. “Harapannya semoga semua panitia ikut andil dan dapat menjalani tugasnya dengan baik. Terima kasih (saya) atas dedikasi yang luar biasa kepada panitia yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik,” tutur Babah Ghofur (sapaan akrabnya).

Sebelum acara ditutup pukul 16.00 WIB, KH Amin berpesan bahwa Festival Banjari yang akan digelar pada malam hari bukan sekadar menyanyikan lagu, akan tetapi juga tentang mental. “Kemenangan (yang akan diraih dalam) festival ini bukan sekedar soal lagu, tetapi juga tentang membangun mental juara,” pungkas KH Amin.

Baca Juga:  Refleksi Terhadap Sistem Ekonomi Pancasila

Oleh: Akhroja Lailiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *