Panggung Seni Warnai Makrab Angkatan 2023 “Tirazul Farih”
Sarang, Narasi Garda Pena — Thirazul Farih mengadakan Acara Makrab (Masa Akrab) dan Panggung Seni Angkatan. Seluruh mahasiswa angkatan Thirazul Farih memeriahkan Auditorium Gedung Maimoen Zubair pada Sabtu (16/11) dalam acara Makrab dan Panggung Seni. Kegiatan yang dijadwalkan pukul 13.30–16.00 WIB tersebut resmi dimulai pada 14.12 WIB.
Sambutan Ketua Angkatan
MC membuka acara dengan membawakan pembukaan serta pengantar rangkaian acara. Penonton menunjukkan antusiasme tinggi terhadap serangkaian penampilan seni. Tepuk tangan dan sorakan semangat terdengar di hampir setiap sesi, menambah meriah suasana Makrab. Ketua Angkatan Thirazul Farih, M. Zaky Zakhwan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh talent acara. Ia berharap angkatan Thirazul Farih ini dapat menjadi teladan bagi mahasiswa angkatan berikutnya.
“Terimakasih kepada seluruh panitia dan para talent yang telah meluangkan waktu dan kontribusinya, dan mohon maaf bila masih ada kekurangannya. Harapannya semoga bisa mendidik dan menjadi panutan yang benar untuk mahasiswa bawah”, ujarnya.
Penampilan-penampilan
UKM Teater Saroengan membuka rangkaian penampilan dengan pembacaan puisi, kemudian UKM Pagar Nusa menampilkan aksi panggung. Setelah itu, UKM Musik bersama PSM (Paduan Suara Mahasiswa) membawakan beberapa lagu, di antaranya “Mangu — Fourtwnty feat. Charita Utami”, “Celengan Rindu” — Fiersa Besari, dan “123456” — Budi Doremi. UKM Tari Anwara Pradapa melanjutkan dengan penampilan tari yang menjadi salah satu sesi paling ditunggu. UKM JQH Adz-Dzauq menutup rangkaian dengan pembacaan Dziba’.
Ketua panitia, Siti Nur Faizah, menjelaskan bahwa penamaan “Makrab” berangkat dari konsep silaturahmi tetapi dipadukan dengan istilah yang lebih menarik.
“Makrab itu kepanjangan dari masa akrab. Awalnya dari kata silaturrahmi, lalu saat rapat muncul ide ‘makrab’. Akhirnya kami pakai kata itu karena terdengar unik,” ujarnya.
Terkait penyusunan talent rundown, Faizah menyebutkan bahwa pengurus angkatan memilih Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang memiliki potensi seni dan hiburan.
“Pengurus angkatan menentukan rundown dari berbagai UKM yang memang bisa menampilkan seni, salah satu tujuan nya buat refreshing,” katanya.
Munculnya Ide Acara
Lailatus Syarifah, selaku Wakil Ketua Angkatan Thirazul Farih menjelaskan bahwa rencana acara tersebut awalnya muncul karena permintaan teman-teman seangkatan yang ingin ada kegiatan makan bersama.
“Aslinya dari request teman-teman angkatan ngajak makan-makan. Semenjak tak pegang aku kan kita nggak pernah sama sekali kayak ada acara-acara gitukan. Terus akhirnya aku ngomong di grub pengurus, ya cuman iseng-iseng doang sih kayak semisal bikin acara ini gimana, soalnya teman-teman minta ada makan-makan,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa konsep acara sebenarnya sudah ia pikirkan sejak sebelum liburan. Ide tersebut sudah lama ada, namun masih belum benar-benar matang.
“Mikir konsepnya itu udah sebelum liburan. Sudah lama tapi masih kayak diambang-ambang gitu. Terus aku bilang ke teman-teman kalo acaranya Oktober gimana? dari teman-teman gamau soalnya pada belum siap. Terus akhirnya kita cari waktu yang pas, yaitu november ini,” jelasnya.
Pembacaan doa menutup seluruh rangkaian kegiatan. Setelah doa selesai, para peserta berkumpul untuk foto bersama sebagai momen dokumentasi. Sesi foto tersebut menjadi penanda bahwa kegiatan resmi berakhir pada pukul 16.05 WIB.
Reporter: Imelda Fresti Dwiana


