Gema Wisuda Ke-IX: Melahirkan Sarjana Santri Berakhlak dan Berjiwa Nasionalis

Sarang, LPM Garda PenaSekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang kembali menggelar prosesi wisuda sarjana (S1) ke-IX melalui Rapat Terbuka Senat. Sebanyak 332 dinyatakan lulus, dan acara berlangsung di Sport Center (SC) STAI Al-Anwar, Sabtu (06/12). Mereka terdiri dari 201 wisudawan Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir (IQT) dan 131 wisudawan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Ketua STAI Al-Anwar Sarang, Dr. KH. Abdul Ghofur, M.A., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para alumni yang berhasil menjadi lulusan terbaik di sejumlah perguruan tinggi besar di Indonesia. “Perasaan kami sepertinya mencapai sesuatu yang besar itu kaya sulit gitu ya. Tetapi ketika mendapat kabar bahwa santri kami taun ini kalo nggak salah ya. Menjadi lulusan terbaik di UIN Jogjakarta rasanya seneng sekali ya, menjadi lulusan terbik di UIN Salatiga, dua kali menjadi lulusan terbaik S2 di UIN Surabaya,” ungkapnya.

Gus Ghofur juga menegaskan kembali cita-cita pendirian STAI Al-Anwar. Sesuai amanat Almaghfurlah KH. Maimoen Zubair, yaitu mencetak sarjana santri yang berakhlak dan berjiwa nasionalis. “Kami ingin melahirkan santri berakhlakul karimah, taat kepada agama, mencintai negeri, memiliki pengetahuan luas, dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Amanat Mbah Moen jelas: kampus ini tidak boleh lepas dari nilai-nilai santri,” tambahnya.

Perwakilan wisudawan, Badi’atus Sholichah, S.Pd., turut menyampaikan rasa terima kasih dan kesan mendalam selama menempuh pendidikan. “Selama menempuh pendidikan di STAI Al-Anwar Sarang kami mendapat banyak pengalaman berharga. Ada rasa lelah, ada rasa ingin menyerah. Tetapi selalu ada teman-teman yang menguatkan. Ada dosen-dosen yang sabarnya luar biasa membimbing kami. Ada keluarga yang selalu menyertai dengan doa,” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa STAI Al-Anwar telah menjadi rumah kedua. Tempat belajar teori sekaligus belajar menghargai proses dan memanusiakan manusia.

Baca Juga:  Melihat KUHP dan KUHAP Baru: Antara Supremasi Hukum dan Perlindungan Warga Negara

Pada prosesi wisuda ke-IX ini, dua lulusan terbaik diumumkan dan mendapatkan penghargaan, yakni Muthi’atul Hamidah, S.Ag. (Prodi IQT, IPK 3,75) dan Nurul Huda, S.Pd. (Prodi PGMI, IPK 3,69).

Acara wisuda dihadiri keluarga wisudawan dari 27 provinsi, para dosen, serta sejumlah tokoh dan masyayikh Sarang, antara lain KH. Abdullah Ubab Maimoen, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag., Dr. H. Tantowi, M.Ag., dan KH. Najih Maimoen. Prosesi semakin meriah dengan penampilan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Ekantika Voice Al-Anwar, pemutaran dokumenter KH. Maimoen Zubair, serta film pendek karya wisudawan. Suasana haru memenuhi ruangan saat ditayangkan video kenangan dua mahasiswa angkatan ke-IX yang wafat dalam kecelakaan satu tahun lalu, tepat pada prosesi wisuda ke-VIII (5/10).

Sejumlah wisudawan/wisudawati turut membagikan kesan mereka. Devi, salah satu lulusan, mengaku sangat bersyukur bisa menyelesaikan studi. “Dari awal saya hampir menyerah, tetapi berkat dukungan teman-teman dan keluarga akhirnya bisa sampai hari ini. Ke depan, saya melanjutkan kegiatan di sini karena sekarang mengajar di Umar Harun. Pesan saya: selalu semangat, selalu kompak. Pertemanan itu mendukung, menginspirasi, dan memotivasi.”

Halim, juga menyampaikan hal serupa. “Saya bersyukur bisa sampai di titik ini. Banyak tenaga, waktu, dan pikiran yang saya keluarkan. Saya belum bisa langsung boyong karena masih terikat kepengurusan.”

Tepat pukul 00.00 WIB, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Najih Maimoen.

Reporter: Fiqhi Zulfikar Al-Aziz, Muhammad Farkhan Haqiqi, Yusril Fatkhur Rohman. M. Syihabuddin Baihaqy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *