Ambil Saja Mata Ini, Tuhan
Ku lihat awan putihDengan paras yang menawanTerlihat matahari indahDengan lengkung senyumnyaTanpa kataTanpa cerita Awan hitam nan petirMerubah segalanyaHilang, sirnaHanya ada deritaDerai hujanTak mampu membendungnyaOrang tertawa di atas menaraOrang menangis di dalam muaraTanpa ibaTanpa tanyaUluran tangan pun tak adaHanya pena ini yang mampu berkata Tuhan,Mengapa jabatan itu menutup matanya?Bukankah, semua punya hak yang sama?Jikalau berbeda, mengapa…


