PP. Al-Anwar 3 Putri Terapkan Sistem Pembayaran Digital Melalui BSI
Sarang, Narasi Garda Pena – PP Al-Anwar 3 Putri mulai menerapkan sistem pembayaran digital melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai upaya menyelaraskan diri dengan perkembangan zaman dan memudahkan manajemen keuangan pondok. Kebijakan ini berlaku sejak angkatan tahun 2024, namun baru mulai berjalan efektif pada angkatan tahun 2025. Kebijakan ini mendapat respon positif dari wali santri.
Faktor Pendorong dan Pemilihan BSI
Zahrotunnisa’, Bendahara PP Al-Anwar 3 Putri, menyatakan bahwa pihak pondok memutuskan beralih dari pembayaran manual ke pembayaran digital karena ingin mengikuti perkembangan zaman. Ia menjelaskan bahwa maraknya penggunaan Qris. Serta untuk menyetarakan sistem pembayaran yang sudah diterapkan di PP Al-Anwar 3 Putra. Namun, berbeda dengan pondok putra yang menggunakan aplikasi BRAJA, pondok putri memilih bekerja sama dengan BSI karena mempertimbangkan prinsip syariah. Selain itu, Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen, M.A selaku Pengasuh PP Al-Anwar 3 juga menjadi salah satu anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI, sehingga semakin menguatkan pilihan tersebut. Zahrotunnisa’ menegaskan bahwa BSI dianggap paling selaras dengan prinsip pondok. Yakni meminimalisir penggunaan bunga yang tidak semestinya.
Metode dan Sistem Pembayaran
Pembayaran melalui BSI dengan aplikasi PSP Mobile menerapkan sistem yang hampir sama dengan mekanisme pembayaran di STAI Al-Anwar melalui Siakad. Bendahara pondok menjelaskan bahwa pembuatan akun tidak memerlukan biaya administrasi. Namun setiap transaksi akan dikenakan biaya admin sekitar Rp3.000–Rp5.000. Maka dari itu, kami membuka pembayaran setiap tiga bulan sekali untuk menghemat biaya admin.” tutur Zahrotunnisa’ (bendahara PP. Al-Anwar 3 Putri).
Untuk menjamin keamanan data, pihak pondok mengatasnamakan rekening pada Yayasan Al-Anwar 3 dan menyerahkan dua nama — Bendahara 1 dan Wakil Ketua Pondok periode sebelumnya — kepada BSI sebagai saksi kuasa. Bendahara memastikan bahwa hanya dirinya dan pihak-pihak terkait yang mengetahui username dan password. Sehingga keamanan data tetap terjaga.
“Ketika kalian sudah bayar, itu nanti langsung diakses, bisa langsung berupa word atau excel, jadi nggak ngerekap satu-satu. Meminimalisir waktu ketika pembayaran juga, biasanya kan urut kaya begitu kan, jadi nanti bisa terlihat langsung gitu, seperti: Nisa sudah bayar apa aja.” ujar bendahara.
Kendala dan Respons Wali Santri
Zahrotunnisa’ menjelaskan kendala awal “Sejak tahun ini berlaku untuk angkatan tahun 2025/2024. Karena apa? Aslinya sudah mau ditahun 2024, cuma ‘kan pembuatan akun itu kan berlangsung lama ya, jadi disetarakan mulai dari 2025 sampai seterusnya”. Menurutnya, penerapan kebijakan baru ini mendapatkan tantangan, terutama dari wali santri angkatan tahun 2024 yang belum terbiasa mengakses pembayaran secara digital, serta masalah teknis seperti kurang jeli ketika memasukkan username dan password. Selain itu, pihak pondok juga menyadari bahwa tidak semua wali santri mampu mengakses internet.
Sebagai upaya antisipasi, pihak pondok membuka kesempatan bagi wali santri yang kesulitan untuk datang langsung ke kantor bendahara atau menghubungi via chat pribadi (japri) untuk dibantu mengakses pembayaran. Di sisi lain, santri yang menitipkan handphone-nya kepada Pengurus Keamanan Pondok diperbolehkan mengambilnya untuk mengakses saat dibuka pembayaran. Ia menuturkan kembali bahwa sosialisasi akan diadakan menyusul. Mengingat bahwa sebentar lagi akan diadakan ikhtibar yang mana santri tidak diperkenankan mengikutinya apabila memiliki tunggakan pembayaran. Hal ini juga menjadi persyaratan untuk pulang masa liburan tiba.
Respons wali santri dari angkatan 2025 cenderung positif. Sebab sudah diterapkan di pondok sebelumnya. Bahawa pihak pondok menyatakan kesiapannya untuk mengevaluasi sistem ini. Jika tidak kunjung mencapai hasil yang direncanakan. Mereka yakin, sistem ini akan tetap dipertahankan untuk menyelaraskan dengan sistem pembayaran di pondok putra.
Reformasi sistem pembayaran pondok ini sebagai wujud progresif demi efisiensi manajemen keuangan. Meski masih proses adaptasi dan memerlukan sosialisasi lebih lanjut, sistem online BSI ini menawarkan kemudahan rekapitulasi data hingga meminimalisir antrean ketika pembayaran berlangsung. Sehingga memberikan nilai lebih terhadap manajemen pondok maupun wali santri.
Reporter: Annisau Lailatul K, Nida Nurul Hidayah, Neng Fina Farhatin, R.H.B. Ilma Ala’


