SIMBAH YAI

oleh: Halwa Na’imah Dari pancaran purnama yang menyinari pekatnya relung negeri ini Perlahan kucoba menggapai rembulan Sayangnya, rembulan itu lengah dari getaran jemariku Hingga ia tak merasakan kegetiran Rembulan yang malang Sinarmu kini telah pulang Terngiang akan alunan bait nada sendu menyeru Merayu manusia tuk kembali menghadap ke Ilahi Ada rekam jejak di sudut pojok…

Baca Lagi

Pada Sebuah Selat Sunda

oleh: Uta Panandang Pada Sebuah Selat Sunda Ada sebuah mimpi pada selat Sunda Terbiasa dengan kesunyian angin Hembusan menusuk relung hati Mengoyak hati yang menjerit Indah, namun tentang kebersamaan Layaknya kapal Fery yang selalu membersamai si selat Iri melihatnya, membayangkan daku yang seorang diri Ingin rasanya berdamai dengan Selat Sunda Daku belum waktunya terjawab Semesta…

Baca Lagi

KICAU DALAM PENYESALAN

Oleh: Umi Kulsum Kholid Gema takbir mulai berkumandang_ Setiap insan mulai bertandang_ Sayup-sayup alunan takbir terdengar_ Allahu akbar_ Allahu akbar_ Allahu akbar_ Ku tengadahkan wajah menatap terangnya pagi_ Rasa sedih, perih, nanar merasuk hingga relung hati_ Dalam batin ku bertanya_ Pantaskah aku bersuka cita?_ Bersorak gembira atas segala dosa?_ Bersikap biasa seolah tiada apa?_ Walillaahil…

Baca Lagi
opor

ROMANSA KUAH OPOR

Oleh: Berlian Ahadiyah Seromantis jari-jari malaikat memantrai malam ini dengan orkestra kidung-kidung mesraSekhidmat itu pula senandung takbir dikumandangkan oleh ribuan hamba-hamba jelataMenggema di telinga merembes menuju rongga dadaSebagai puja-puji kemenangan sekaligus nyanyian perpisahanAllāhu akbar wa lillāhi al ḥamd Esok kita akan sama-sama mengunyah opor ayamyang terbuat dari amalmu selama pagi siang sore malamAkankah renyah karna…

Baca Lagi

Narasiku Sesekali Dengarkan

Oleh: Rahmawati Nur Hidayah Bukan bermaksud mengkritik Karena aku tak tau esensi politik Sekedar menyampaikan suara rakyat cilik Yang kian hari kian menggelitik   Ini tentang masyarakat Rembang Ada sebagian yang remang-remang Hati mereka sebenarnya terguncang Seperti menghadapi angin laut yang kencang   Pajak tinggi banyak menghilangkan pekerjaan Jaminan sosial dan bantuan seperti ditiadakan Pendapatan…

Baca Lagi

KU TUNGGU RAMADHAN YANG AKAN DATANG

Oleh: Muhammad Wahyu Rizqi Agung Tungku perapian dengan asap yang mengepul Tak wajar semerbaknya di sore hari Dari rumah ke rumah, hingga seratus meter jauhnya Panci dan wajan itu mengetuk pintu- pintu setiap rumah Teman setia rempah, daging dan dedaunan merekah Jendela yang sedari tadi menganga Tak jenuh memberikan pemandangan orang berlalu lalang Sepanjang garis…

Baca Lagi

Tamu Tak Tergantikan

Oleh: Syakirotun Ni’mah Bulanya sedang kedatangan tamu Kehadiranya membuatku candu Pahalanya berlipat ganda Hingga tak bisa ku berpaling Dari ketenangan setiap bait hari yang tak terlupakan   Aku rindu berada dalam ruang ini Aku rindu sahur pagi, tadarus al-Qur’an dan ngabuburit bersama teman-teman Kini aku telah digembirakan dengan kehadiranya Dibahagiakan akan keberadaanya Dengan ibadah yang…

Baca Lagi

“Lautan Ilmu di Pesisir Sarang”

Oleh: Irfan Zidni Ku mulai dengan ucapan Bismillah Menuju Sarang jejak melangkah Kota lautan ilmu di sudut Jawa Tengah Tempat para insan mencari berkah Guna mempersiapkan masa depan cerah Beribu-ribu manusia menempa diri Dengan niat dan tujuan tholabul ilmi Kepada para kyai yang mengayomi Serta sanad keilmuan tersambung dengan Nabi Guna memperoleh ridho dari sang…

Baca Lagi

Fathu Ramadhan

Oleh: Syakirotun Ni’mah Kala mentari purnama menyibak jagad raya senyumku merekah sembari menyambut sang purnama Hilal berkumandang dengan ungkapan ahlan wa sahlan Membuka pintu Ramadhan dan menutup seribu bulan   Pijak pertama menata hati Tatanan ikhlas menjalankan perintah ilahi Berpuasa penuh mengekang hawa nafsu Dengan tantangan menuju fathumu   Memberantas godaan dengan ketaatan Menahan dahaga…

Baca Lagi

Rindu di Telan Debu

Rindu Di Telan Debu Oleh : Alissa Qudrotun Nada Foto itu sudah usang Terlihat di tumpukan barang keelokan diri yang masih dini Hampir tak tersentuh dan sedikit terlupakan karena waktu yang membuat beralih pada dunia yang Derai angin yang menerpa keheningan Melarutkan bayang Memori lalu berputar Menuju sepuluh tahun kebelakang   Ketika kaki kecil itu…

Baca Lagi