Kata Kekasihku

Ruang itu ramai sekali Padahal di sana petang, apak, dan kecil Tidak akan cukup dihuni Tidak akan betah dihuni Malaikat, gunung, binatang pun enggan meliriknya Bahkan setan sekalipun   Ruang itu bernama amanah dan anehnya manusia itu cukup berani menghuninya Bermodalkan tekad? Tidak katanya Terpaksa kah? Tidak katanya, Lalu? dengan lantang ia mengatasnamakan Cinta Sungguh…

Baca Lagi

Telah Usai

tepat pukul 2 dini hari dalam hati ku berbisik ” istirahatlah” namun apa, tubuhku enggan untuk bekerja sama terlebih isi kepala yang terus saja memikirkannya hati dan fikiran tengah mengadu domba apa yang kan kau pilih? buku usang biarlah pada tempatnya membuang waktu jika terus kau baca

Baca Lagi

Pesakitan Ingatan

Izinkan aku menerobos jingga Melangkah kecil Menapaki krikil Menuju tangga  memorabilia Konon,,, Menurut edaran  angin yang berhembus, Badai ekonomi tidak terjugkal seperti sekarang Tersendat, juga tersenggal Katanya,,,, Kala itu… Burung bercuit mendendangkan tanah surga Anehnya, Hewan darat berkaki empat menolak dengan keparat Bangsat Tanah gembur nan subur sukses membuat padi-padi tukul Namun, Entah dimana rimbanya…

Baca Lagi

Komunis Duniawi

Suasana negeri khatulistiwa Sedang mentas dari hangatnya kata merdeka Tak selang lama, komunispun memulai asa Titik-titik humanisme sudah terancam juga Wayang tak berhati kini telah membumi Sorak-sorak ini haus darah suci Palu dan arit lambang mulia bakti Bagi mereka partai komunis sejati Komunis duniawi Seakan cinta dengan belati Lingkar otak yang begitu dini Menjadi sebab…

Baca Lagi

Harmoni Masa

  Hembusan angin laksana kehidupan Tak sadar, daun pun merasakan Tertepis manisnya harmoni esensi Gugurnya seakan menjadi lambang Hantarkan makna sebuah kata   Rupa seakan membawa keyakinan Sebuah mahakarya berlapis esensi Timur dan barat pun menjadi saksi Takkan terbaca serta berkata Manipulasi lembaran tanpa catatan Kosong terlihat tanpa noda Hanya tintalah pemersatunya Namun masa tak…

Baca Lagi

Pembenaran Bukan Kebenaran

  Manusia boleh salah tapi tidak boleh bohong Itu mungkin benar, menurutmu tapi ini juga benar, menurutku Idealis boleh Empiris juga boleh Jika itu kebenaran Apapun itu tidak boleh ada korban Kamu ingin dimengerti aku juga ingin dimengerti Ruang kecil itu bernama empati Bernyanyilah tertawa dan menangis Seperti perkutut, terbang bebas Tradisi adalah tradisi Dijaga…

Baca Lagi

Penikmat Mimpi

Rintik-rintik malam bagaikan melodi tidur Suara jangkrik semerbak simponi Cekam nadi yang usik seolah berisik Akan telinga terasa merdustik Gemuruh petir datang menyengir Bagiku itu ialah seni Tuhan terhadap langit Ini bukan hal tapi tentang Bagaimana olahan rasa setiap penikmat Atma yang jejal mendekap harap

Baca Lagi

Dan Sekali Lagi Lelucon

Hidungku kembang-kempis Ingus menyumpal ingin segera berkenalan dengan kumis Yakin dominasi kewarasan Apa yang salah dariku? Atau Untukmu kurang jika hanya aku Lucumu yang itu, laraku yang ini itu Manis… Masihkah kau yang kamu Untukku yang beri diri dan sendiri Nan di kiri-kananmu banyak aku yang lebih-melebihi Aksara Tuhan pada manusiaku Wujud baik yang selalu…

Baca Lagi

Baru

Oleh: Rofiqoh Nurul Ashfiya` Ruang lama telah lapuk Saatnya berganti baru Luka lama telah pulih Saatnya kembali berdalih Adalah semboyan diri tatkala ia mem-baru   Memang, sesuatu yang baru itu berbeda Bahkan, harapannya sesuatu yang kembali itu rasanya tak lagi sama Entah lebih enak atau lebih enek Lebih berasa atau lebih hambar Tidak ada yang…

Baca Lagi