Bersama Buku Aku Mampu

buku

“Wahh udah dapat buku saja kamu Far, beli dari mana kamu, kok kayaknya bagus sangat,” tanya Nurso.

“Oh buku ini,aku tadi minjam di perpus, bukan beli, soalnya aku belum punya uang hehe,” jawab Farma.

“Sebuah usaha yang bagus itu, ya sudah tetapi kok kayaknya aku lihat tadi bukunya masih kamu tutup, kamu pasti masih ragu ya bisa atau tidak mengkhatamkan buku itu,” sahut Nurso.

“Kok kamu tahu sih Nur,” tanya Farma.

“Ya masalah itu sudah pernah aku alami saat aku awal-awal akan membaca buku juga seperti itu, tetapi kamu tahu ngga tulisan yang tertera di dekat langit gedung perkantoran itu, begini bunyinya “Dengan buku aku mampu,” nah setelah aku membaca buku maka aku yakin dengan membaca buku pasti aku mampu untuk menjadi lebih baik, mampu untuk menolong orang dan lain sebagainya,” ujar Nurso.

“Oalah iya aku juga membaca tulisan itu pas tadi perjalanan dari perpustakaan, tetapi entah mengapa aku lupa dengan tulisan itu tadi,” sahut Farma.

“Baiklah, aku akan berusaha menyelesaikan buku satu ini. Barangkali selesai membaca bisa lebih mampu untuk menjadi pribadi yang berguna,” sambung Farma.

“Nahh begitu dong, yasudah aku tinggal dahulu ke kamar mandi ya,” Ujar Nurso.

“Oke-oke makasih atas nasihatnya tadi,” sahut Farma.

Perlahan-lahan, setiap halaman buku dia baca dengan penuh kekhusyukan. Sambil ditemani secangkir kopi dia tampak fokus pada satu halaman buku yang dia baca. Pada halaman tersebut terdapat kata-kata yang sekiranya bisa membuat dirinya agak sedikit berbenah. Kata-kata tersebut bertuliskan, “Jika manusia itu harus berani menerima tantangan, berani menerima masalah, berani menerima ujian, maka nantinya manusia bisa bangkit menjadi lebih baik dan lebih bagus dari hari-hari sebelumnya.” Menurutnya kata-kata ini cukup menyentuh terhadap kehidupan yang dia alami, dirinya merasa jika sering kali takut jika mendapatkan sebuah tantangan apalagi mendapatkan masalah, tanpa pikir panjang akhirnya dia pasti akan mundur dan terasa terpuruk akan masalah dari tantangan yang dihadapi. Setelah membaca penggalan tadi, dia akan berusaha untuk menerima segala masalah dan tantangan yang dia hadapi dan yakin pasti dengan segala masalah dan tantangan yang diterimanya maka dirinya berkeyakinan bisa mampu menjadi lebih baik dari hari-hari yang sudah berlalu.

Baca Juga:  Bersama Literasi Lenyapkan Tirani

Tamat😊

Banyak sih yang belum kenal sama diriku, karena aku juga tidak mau jika dikenal, tetapi karena paksaan, maka perkenalkanlah diriku Badrudin Farhan Maqoshidana. Aku tinggal di daerah yang terkenal dengan makanan khasnya yakni tempe kripik, daerah mana lagi kalau bukan Ngawi. Terlahir pada tahun 2003 tepat pada bulan April dalam hitungan tanggal 16. Mungkin itu saja tidak usah Panjang-panjang, oh iya kalau mau menghubungiku bisa chat saja nomor 085231121891, oke sekian makasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *